Alasan Jauh, Jenazah Covid-19 di Purwakarta Tidak Dimakamkan Ditempat Khusus -->

Alasan Jauh, Jenazah Covid-19 di Purwakarta Tidak Dimakamkan Ditempat Khusus


Kaka
Friday, 18 December 2020

Salah satu jenazah warga di Purwakarta yang dimakamkan
Kabar.Istimewa.in | Ada sebanyak 100 liang lahat khusus untuk jenazah Covid-19 di areal pemakaman di Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, belum digunakan. Padahal selama pandemi, jumlah kasus meninggal dunia akibat paparan virus itu sudah mencapai 82 orang. 

Areal pemakaman khusus sengaja disediakan Pemkab Purwakarta agar semua jenazah, baik yang terkonfirmasi positif Covid-19 ataupun probable bisa dimakamkan di tempat itu. Namun sayangnya, setiap ada yang meninggal karena kasus tersebut, keluarga pasien enggan memakamkan di tempat khusus dengan alasan terlalu jauh.

Kabar.Istimewa.in dari Jabar.inews.id, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana menyebutkan, sejauh ini prosesi pemakaman selalu dilakukan di pemakaman umum, tidak jauh dari domisli keluarga jenazah. Tentu saja prosesi pemakaman menggunakan standar operasional prosedur Covid-19. 

“Rata-rata keluarga jenazah beralasan terlalu jauh kalau harus dimakamkan di Desa Pusakamulya. Mereka lebih memilih tempat yang terdekat agar gampang berziarah,” kata Iyus, Kamis (17/12/2020).

Menurutnya, pemakaman di tempat umum sebenarnya tidak masalah asalkan tidak ada penolakan dari warga setempat dan sebenarnya cukup aman. Apalagi sejauh ini belum ada kasus penolakan untuk jenazah Covid-19 di Purwakarta. Masyarakat bisa memahami meskipun ada yang dimakamkan di pemakaman umum berstatus positif Covid-19.

Dia mengatakan, sebelumnya areal pemakaman sudah disediakan pemerintah di Desa Cibodas, Kecamatan Sukatani. Namun, karena diterjang longsor akhirnya dipindah ke Desa Pusakamulya. Alokasi liang lahat di tempat asalnya juga sama sebanyak 100 lubang. 

Sementara itu, jumlah warga Purwakarta meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai empat orang di hari ini. Semua pasien yang meninggal berasal dari Kecamatan Purwakarta. Di mana kecamatan ini memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 cukup tinggi.