Kapolres Maybrat Mengutuk Pelaku Penganiayaan Terhadap Warga Oleh Kelompok TPN OPM -->

Kapolres Maybrat Mengutuk Pelaku Penganiayaan Terhadap Warga Oleh Kelompok TPN OPM


Kaka
Monday, 14 December 2020

Korban kekerasan oleh kelompom TPN OPM
Kabar.Istimewa.in | PLT Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka mengutuk keras terhadap aksi pelaku penganiayaan terhadap seorang warga, sehingga atas kejadian itu menewaskan Otis Aifat dan juga Karel Saa mengalami luka-luka.

Saat dikonfirmasi oleh media, Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka, mebenarkan kejadian tersebut, pasca kejadian penyerangan dari kelompok TPN OPM di kampung Sory Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada hari Jum'at kemarin (11/12) terhadap Karel Saa dan 1 orang warga masyarakat yang meninggal dunia.

“Kami sudah mengantongi identitas pelaku, pada saat itu pelaku sendiri memposting diakun Facebooknya, nah untuk pelaku sementara belum diamankan dan kami tetap upayakan,” ujar Kapolres Maybrat.

Dari kejadian tersebut pihak Polres Maybrat, yang dipimpin langsung oleh PLT Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka bersama anggota, Polsek Aifat bersama anggota TNI mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang beralamat di kampung Sory, kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban Karel Saa, kemudian petugas kemanan mengevaluasi langsung menuju Puskesmas Aifat guna mendapatkan tindakan dari pihak medis.

“Nah, untuk 1 orang korban yang meninggal dunia atas nama Otis Aifat, pihak Kapolsek Aifat bersama anggotanya mengevakuasi jasat korban dari TKP menuju Rumah Sakit Umum Daerah Sorong Selatan guna pengurusan jasat almarhum,” terangnya.

Almarhum Otis Aifat di kebumikan pada hari Minggu (13/12/2020) di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat Papua Barat.

“Saya selaku Kapolres persiapan Maybrat menghimbau kepada Warga masyarakat jangan takut dengan ancaman kelompok TPN -OPM,” imbaunya.

Menurutnya, pelaku sementara belum diamankan namun pihaknya tetap upayakan. Apalagi kata dia, yang mereka aniaya adalah seorang Hambah Tuhan selaku wakil Allah yang memberikan Firman Tuhan yang hidup kepada Umat manusia dimuka bumi.

“Kami mengutuk tindakan biadap mereka dan saya yakin Tuhan akan berdaulat berperang melawan mereka, karena kita yakin Firman Tuhan katakan bahwa jangan kau usik bijimata Allah. Saya yakin lihat tangan Tuhan mematahkan tengkuk orang sombong dengan postingan mereka di TKP,” tuturnya.

Lanjut kapolres, Karel Saa merupakan penginjil dan penginjil adalah biji Mata Allah.

“Dapatkah seseorang memperbolehkan matanya di pegang orang lain? Jawabannya tidak, demikianlah Allah akan berperang mengantikan hambanya,” tutup Kapolres Maybrat.(Rilis/Polres Maybat)